Sunday, July 15, 2012

Serenity

Hari ni aku tergerak nak wat posting.

Tiada gambar, atau cerita seram atau glamer. Just entry yang menyelam perasaan aku pada saat ini.

Ini bukan cerita cinta. Tapi cerita mengenai persahabatan.

I had two BEST friends. I use caps sebab nak tunjukkan how amazing they were in my life. We were family - jenis kawan hidup mati bersama.

Along - the eldest was the first person I cut off from my life. Aku sedih sebenarnya nak 'putuskan' persahabatan kami. Aku kenal dia tak silap aku 1996 ke 1997. Zaman zaman IRC katanya.

Along ni baik orangnya, happy go lucky dan gila-gila. Dia kelebihan dia tahap kesabaran gaban! Apa pun dia lalui, dia terima sahaja. Biar umur dia setahun lebih dari aku, tapi dia lah the baby of the group. Sebab aku dan si bongsu yang kena jaga dia.

Sayangnya kerjaya dia dulu bagus... pastu dia nak kejar impian dia. Mungkin kelakar, tapi da keja korporat, dia nya secret dream - was to cut hair and style. Very cerita Zohan.

Tapi memang dia ada bakat. So dia tinggalkan dunia dia yang financially stable dan belajar. Kami berikan sokongan, walaopon tak tentu masa depan.

Tapi sebab perangai dia senang percaya orang, dan mengalah, dan terlalu positif pada bulan jatuh ke riba, aku geram dia takleh dengar nasihat dan bosan bertahun lamanya dengar masalah dia yang sama - aku berkeras dia pilih jalan yang betul supaya dia stabil.

Yelah... kita semakin meningkat umur. Tanggungjawab... masa depan...

Dia masih macam tu.

Kira kais pagi makan pagi, kais petang makan petang.

Sebab fed up, aku pilih putuskan persabahatan kami sebab tak tahan perangai dia yang terlalu sambil lewa sampai hidup dia tak tentu arah.

Aku masih amik tahu melalui mutual friends keadaan dia...tapi semakin teruk. Dia sekarang sudah bertahun membawa teksi sambil buat kerja sambilan untuk hidup.

Seorang lagi, si bongsu. Dia ni aku suka kawan ngan dia sebab dia dari awal 90an aku kenal dia, perangai dia sama gila ngan aku. Ko cakap le adventure ke benda paling gila - kami pernah tag team wat. Dia ni a year younger than me, but maturity level dia jauh dari Along.

Dia merantau, keluarga tak penah amik pot pasal dia cukup segala ke tidak dari zaman dia belajar UiTM tanpa PTPTN sehingga dia keja club ujung minggu nak sara hidup sendiri.

Aku sujud cara dia bertahan untuk hidup. Kira dia memang fighter.

Dia hidup hasil usaha dia sendiri, dan dia seorang yang kreatif dan pemikiran out of the box.

Bila rezeki dia mula mencurah, tiba-tiba keluarga dia yang tak amik pot dia, start la mintak dia sumbang tuh ni pada keluarga. Tak salah... tapi...

Kini dia hidup dengan menghabiskan rezeki dia untuk family yang tak penah amik pot dia, dan orang orang yang amik kesempatan dia.

Bila ditegur, dia masih berdegil cara dia. Dan aku serik tengok dia asik kena memacam.

Again - dia like Along, cam takde halatuju hidup kekadang. Tak focus. They know what's wrong with their lives but they don't want to change it. So aku malas dan serik tengok episode berulang macam Along.

Terbaru malam taxi member cakap dia da tunang. Benda baik patutnya kan? Tapi bukan... sebab dia tak nak pun benda tu pun tapi dipaksa keluarga/nak prove something. Again, proses abihkan hasil rezeki dia banyak... and sambil tu, dia abihkan banyak duit lagi untuk mengambil hati yang dia bebetul nak.

You know what I mean...Bongsu... pikir.

Ye... kami bertiga memang macam adik beradik. Kami tiga memang degil. Kami nampak salah orang bukan salah sendiri.

Tapi hidup aku ada halatuju. Bukan benda materialistik aku kejar. Aku hidup ni ada dua target.

Satu untuk bagi mak ayah aku bangga pencapaian aku, dan punya kemampuan berikan mereka segalanya yang boleh untuk cuba walau sikit pun, membalas jasa mereka membesarkan aku. Memang banyak pengorbanan mereka dan terlalu banyak dugaan dalam hidup mereka selama ini.

Keduanya, bila aku pergi, aku ingin meninggalkan kesan pada mereka sekeliling aku.

Ketika arwah Yasmin Ahmad pergi, aku memang emotional breakdown sebab arwah lah tempat aku mengadu dan menceritakan masalah hidup aku. Dia la orang paling tepat menasihati aku dan membimbing aku untuk lebih matang.

Aku nekad sejak pemergian arwah untuk lebih menghargai hidup dan lebih berusaha untuk meninggalkan a mark on the lives of others around me. I saw how many lives arwah touched masa pemergiannya... and to me she is someone amazing. I aspire to be like her.

I cut ties with two best friends not because I felt I was better than them.

I was in the same situation.

Despite it all though, dengan bazirkan masa dengan bercinta yang berakhir dengan air mata, to being backstabbed by people who were close to me but only planned to use me - I wanted a better life. Not materialistically - but in terms of maximizing my potential and being all I could be.

So in the last few years, I started taking stock of my life, and stopping contact with people I felt did not contribute to my betterment. I wanted to be a better person, and I needed focus away from the problems of others.

Today my dreams are taking shape. But tonight, catching up with some long lost friends who I've reconnected with, I am sad to hear my two best friends - are not doing any better and have in fact deteriorated in terms of their life direction.

I pray for them... I still love them as my family. And I hope, one day... our paths will cross again.

Air dicincang tak akan putus kan?

I just pray every day that they will eventually find their way. I can't show it to them anymore.

They have to live their lives and make up their own decisions. I will always hope it will be the best.

As for other 'friends' in the past - I've forgiven - but will never forget what happened.

I've moved on...


"God, grant me the serenity to accept the things I cannot change, 
Courage to change the things I can, 
And wisdom to know the difference."




Along.... Bongsu... please, please change for the better. I love you guys, and you are my family and I want the best for you. I hate seeing what has happened to you guys, and I now feel like I haven't been a friend for not being there - even though I HAD to do it to try and make something out of my life.

We'll always be a family. Kami adik beradik sampai bila bila. Please. Make the right decisions with your life.

Reactions:

3 comments:

one day our path will cross again:) -Black*Star

adoi...serious nih..?
macam dalam movie pun ada..
tapi pengalaman tentang BESTfriend nih mmg touching la..
rasa penulisan awak menusuk kejiwa..!

hurrmm..
:)